Assalamu'alaykum

Gue ga ngerti kenapa akhir-akhir ini waktu berasa cepet banget. Kalian ngrasa gitu juga ga? Hehe sekarang udah April aja, yorobun! MasyaAlloh...

Sebenernya gue punya banyak topik buat diskusi (kayaknya bukan diskusi ya. Ini mah tulisan sesuka hati gue aja lebih tepatnya), cuman ya gitu deh...hehe!
Anyway, ini postingan udah di draft beberapa minggu. Tapi, ga di publish-publish. Hmmm...(':


Oke lanjut!


Beberapa waktu lalu (ga ngerti kapan, saking lamanya -__-), gue lihat postingan di instagram tentang berbenah (declutter). Karena penasaran, akhirnya gue coba cari tau. Jadi, metode berbenah yang gue lihat di instagram itu namanya KonMari.

Metode KonMari dikenalkan oleh Marie Kondo, seorang tidying expert dan founder KonMari Media. Beliau juga penulis buku bestseller 'The Life-Changing Magic of Tidying Up'.

Intinya, Marie Kondo  mengembangkan metode untuk merapikan rumah dengan pendekatan yang berbeda. Metode ini mengajarkan kita untuk hidup dengan barang-barang yang bisa bikin kita bahagia (sparks joy).

Metode Konmari
Marie Kondo (Source: konmari.com)


Lalu, bagaimana cara berbenah menggunakan metode konmari?


1. Luangkan waktu khusus untuk berbenah

Kalau kata Mbak Marie, berbenah itu sesuatu yang spesial. Dalam setahun cuman sekali atau dua kali aja cukup (Ini berbenah dalam artian beneran beberes akbar gitu ya. Bukan hal basic kayak nyapu, ngepel gitu-gitu). Paling enak sih pas tanggal merah atau pas weekend biar lebih santai kalau beberes.


2. Memilah barang perkategori

Kalau udah tau kapan waktu berbenahnya, baru deh mulai memilah barang perkategori. Btw, di sini berbenahnya perkategori, bukan perlokasi. Urutan kategori yang disarankan sama Mbak Marie adalah:
  • pakaian
  • buku, kertas-kertas/dokumen
  • komono (pernak-pernik)/lain-lain
  • dan yang terakhir barang-barang sentimental (kenang-kenangan). 
Misal, kita beresin pakaian. Semua pakaian yang ada di kamar kita kumpulin dulu. Mau yang digantung, di kursi atau di manapun, kumpulin dulu. Kecuali yang lagi dicuci ya...hehe

Ada yang tau, kenapa barang-barang sentimental sebaiknya dibereskan terakhir? Karena barang-barang sentimental itu kemungkinan besar bikin galau antara dibuang atau nggak.

Misal, kado dari seseorang. Mau dibuang, tapi punya kenangan. Tapi kalaupun disimpan, malah menuh-menuhin dan nggak bikin bahagia lagi. Nah, pikiran-pikiran kayak gini lho yang bikin lama ketika beberes. Malahan nanti nggak jadi dibuang. Disimpan lagi -__-

Alasan lainnya, karena beberes barang sentimental diletakkan di urutan terakhir, otomatis kita sudah terbiasa untuk memilah barang yang benar-benar membuat kita bahagia. Kan sebelumnya udah memilah pakaian, buku, dan lain-lain.


3. Screening barang

Setelah barang-barang ngumpul perkategori, baru deh proses screening satu-satu mana yang mau kita buang atau sumbangkan.

Kalau di metode ini kita ga diajarin kayak 'Oh barang yang udah 90 hari lebih nggak terpakai, dibuang atau disumbangin aja'. Tapi, yang diajarin adalah kita pegang barang itu dan rasakan bener-bener 'Apakah barang ini masih ngasih kebahagiaan buat aku?' Kalau emang masih ya berarti kita simpen.

Ingat teori awalnya 'hanya menyimpan barang-barang yang memberi kebahagiaan (sparks joy)'. Jadi, meskipun barang itu masih baru tapi nggak memberi kita kebahagiaan, yaudah singkirkan aja.

Berbenah Ala Marie Kondo (Metode KonMari)


4. Atur tempat untuk menyimpan barang

Nah, kalau udah selesai proses menyingkirkan (membuang atau disumbangkan), baru deh menentukan tempat untuk menyimpan barang-barang itu. Diatur sedemikian rupa sehingga semuanya rapi. Bahkan, Mbak Marie juga ngajarin gimana cara melipat bajunya lho.


5. Komitmen tinggi

Sebenernya kalau dipikir-pikir, ada dua alasan kenapa rumah atau kamar kita berantakan. Pertama, karena kita ga ngembaliin barang di tempat semula setelah dipakai. Kedua, karena kita punya terlalu banyak barang.

Karena dua alasan itu tadi, kita butuh komitmen nih di sini. Terutama balikin barang yang habis kita pakai ke tempatnya semula. 


Sebenernya metode ini mengarah ke hidup minimalis juga kalau pas proses 'membuang' itu kita serius memilih untuk menyimpan barang yang benar-benar kita suka dan butuhin aja.


Oh iya, kalau mau baca bukunya yang versi terjemahan bisa banget. Kayaknya banyak di toko-toko buku. Tapi, kalau ga mau beli, bisa baca bukunya di iPusnas. Keren sih bukunya! Banyak yang katanya menemukan passion, hidup lebih sehat, bahkan memulai bisnis sendiri setelah mengikuti metode konMari ini.




Jadi gitu. Semoga bermanfaat ya! Mulai dari yang simple dulu juga boleh lho! Misal decluttering file-file di handphone ataupun laptop, termasuk buang aplikasi yang nggak kita butuhkan. 


[Btw, kalau mau sumbangin pakaian atau barang lain yang masih layak pakai bisa lewat Setali Indonesia. Langsung hubungin aja adminnya, ntar dibantu prosesnya]